Saudaraku, Aku punya cerita. Ceritaku ini terjadi pada hari sabtu tanggal 26 oktober 2013. Pada waktu itu aku sedang melakukan pekerjaan Evaluaasi tanaman tahun ke VI bersama teman sekantor di daerah Pamulihan Kabupaten Brebes. Aku berangkat jam 5.30 WIB dari Pekalongan Sampai di Pamulihan sekitar jam 9.30 WIB dan ketemu pak KRPH ( Kepala Resort Pemangkuan Hutan ) dan pak mandor di Pos penjagaan hutan di petak 2. Sampai di Pos, aku dan teman sekantor beserta teman-teman wilayah ngobrol- ngobrol dan menyusun strategi bekerja.( hehehe..)
Sekitar pukul 10 WIB, Aku dan Satu pak mandor roswanto menuju petak 113a. Perjalanannya memakan waktu sekitar 45 menit, hal itu karena kondisi jalan kurang bagus. Sampai di petak 113a aku dan pak mandor membuat PU ( Petak Ukur ). Di petak 113a aku membuat 3 PU, setelah itu aku menuju ke petak 113d, dan disana aku membuat 2 PU.
Setelah petak 113 selesai aku dan pak mandor menuju petak 112e. Petak 112e terletak di atas bukit, perjalanan ke petak 112e membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan di petak itu aku membuat 2 PU.
Setelah 113 dan 112 Selesai, Saya dan pak mandor memutuskan untuk beristirahat dan waktunya makan siang. Aku dan pak mandor makan siang di petak 112 dan sambil bersantai di suasana yang sangat cerah dan panas. Dalam suasana santai tersebut aku terlena dengan pekerjaan 2 PU yang terletak di petak 85. Setelah kurang lebih 1 jam beristirahat dan jam menunjukkan jam setengah 2 aku dan pak mandor menuju petak 85. Tiba- tiba suasana berubah jadi mendung, aku bergegas untuk membuat PU setelah PU ke 2 yang sedang aku kerjakan tiba-tiba hujan pun datang dengan sangat derasnya. aku meninggalkan Pu yang aku buat dan memutuskan untuk bergegas kembali ke Pos. hal itu aku putuskan karena jalan hutan yang berupa tanah liat tidak akan bisa di lalui.dan akupun langsung memacu motor untuk menuju Pos.
Setelah setengah perjalanan tepatnya di petak 6 tiba-tiba ban depan berhenti dan akupun terpeleset jatuh dari motor. sekitar 50 meter di depan ternyata pak mandor sudah jatuh duluan ( hehehe )...Aku bangun dan menaiki motor dan bermaksud akan melanjutkan perjalanan. Tetapi musibahpun terjadi, Roda depan tidak bisa jalan karena penuh dengan tanah liat. Aku mencongkel tanah tersebut, setelah selesai membuang tanah liat yang menempel di roda depan aku menaiki motor dan melanjutkan perjalanan. tetapi sekitar 5-10 meter ban depanpun tidak bisa jalan lagi. sekitar 5 kali berusaha aku menyerah
Aku dan pak mandor duduk termenung di bawah pohon besar sambil memandangi motor kita dan mencari jalan keluar. Ide pun datang, aku punya ide yang keluar dari fikiranKu. ide itu dalah dengan bekerjasama. Aku minta pak mandor untuk membantuku mendorong motor. Awalnya berjalan mulus karena jalan licin. Saya rasa ide cukup berhasil, sekitar 40 meter jarak yang sudah aku tempuh tiba- tiba ada puluhan sapi menyeberang jalan begitu juga penggembalanya. Dasar sapi dan Penggembala yang WATADOS ( wajah tanpa dosa ), mereka malah merusak jalan yang seharusnya licin jadi tidak licin lagi. Ingin rasanya aku mencekik mereka Sapi dan penggembala, kemudian aku piting mereka ( heheh.... ).
Kembalilah aku di pohon yang besar tadi untuk mencari ide selanjutnya. Hujan pun berhenti, tanah semakin lengket, fikiran semakin buntu. ide terakhir yaitu balik ke pos dengan jalan kaki dan mengambil kunci- kunci untuk membuka spakbor depan motor. Karena itu ide satu-satunya akhinya kami putuskan untuk jalan kaki ke Pos. sekitar 45 menit atau jam 4.30 aku sampai di Pos. Pak mandor Roswanto memutuskan untuk mengambil motor esok hari. Tetapi aku tetap berusaha untuk mengambil motor hari ini juga. Kemudian Aku meminta tolong pak mandor Tedy untuk meminjam kunci spakbor motorKU.
Setelah pak mandor kembali dan membawa kunci spakbor. Sekitar jam 5.00 WIB ,dengan menggunakan motor cross jadi-jadian aku menuju lokasi terjebaknya motorku. Tapi sampai 1/3 jalan Motor pun tidak bisa lanjut karena ban sudah tersumbat tanah liat. aku dan pak mandor memutuskan untuk jalan kaki. sampai di motorku ternyata kunci spakbor yang di bawa pak mandor tedy salah. aduhhhhhhhhh,,,,siall lagi dehhhhh..
Adzan maghrib pun berkumandang, suasana gelap di tengah hutan. Akhirnya saya putuskan pak mandor jaga motorku dan aku jalan kaki ke Pos dan mengambil kunci spakbor motorKu. Setelah 30 menit aku sampai di Pos dan meminjam kunci spakbor. akhirnya aku dapat kuncinya dan kembali jalan ke lokasi motor.
Akhirnya spakborku bisa di buka dan motorpun bisa jalan. Tetapi musibah lain menimpa lagi, walaupun sudah di lepas spakbornya, sekitar 50 meter roda depan penuh dengan tanah dan tidak bisa jalan. sialllll lagi dehhh,,,pak mandor saya suruh nyetir motornya dan aku sebagai juru congkel, jadi setiap 50 meter harus mencongkel tanah di roda depan. sekitar 45 menit aku sampai di Pos. Sekitar jam 9 malam aku sampai di Pos.
Hati rasanya lega bangettttttt.....Eitsss tiba-tiba temanku mendatangiku dan memberiku uang 50 rbu. "Loh uang apa ini mas????tanyaKu",,diapun menjawab " plat nomerMU tak tuku dek",,,whahahaha,,,
Saudaraku itu tadi ceritaku,,,,ayoo dong pada cerita pengalaman,,,biar kita tahu keadaan kalian disana,,,,yang di kantor pasti juga ada cerita seruuuu,,,,yang di lapangan apalagi,,,,,,kalo ada cerita email ke aku dong,,biar nanti aku share di blogKU...
Semoga saudaraku yang dimana saja tetap sehat selalu dan sukses,,,,,,,,
SALAM ELANG JAWA,,,,,,,,SALAM ONE GENERATION
baca cerita ini bikin kangen banget sama malik...
ReplyDeleteinget dulu malik suka ngabolu kalo pas praktek industri...
baik2 di sana ya dek...
semoga angkatan 1 kdp selalu dalam lindungan Allah SWT....
hehehe,,,siap mbk,,,jadi kangen mbak adel juga,,,kesini donk mbak...
Deleteamin ra robbb,,,