Sunday, September 20, 2015

KENALI AKU SEBAGAI KAKAKMU

          Ini adalah kisah sebuah keluarga besar. Dimana kami memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menjadikan hutan lebih baik. Kami sangat cinta hutan, kami dibentuk karena hutan. Maka dari itu kami dipersatukan disebuah gudang pinggir hutan. Gudang itu bernama Bumi Sawala. Disitu kami memiliki banyak kisah, banyak cerita, banyak kata yang sering kami ceritakan.
          Tak terasa empat ( 4 ) tahun sudah kami menjalani pendidikan di bumi sawala. Rasa haru itu pecah ketika kami memegang secarik kertas yang bertuliskan "LULUS". Kertas itu ibarat surat pengusiran kami dari bumi sawala. Tetes airmata kami bukan pertanda kami harus melupakan sawala. Tapi itu awal kami dalam membentuk dan mencari keharuman nama Bumi Sawala.
           Kami sekarang berjuang dan Kami sekarang berperang, semua itu bukan semata-mata untuk diri sendiri, melainkan bagi masa depan generasi yang dilahirkan di Bumi Sawala. Dan generasi setelah kami adalah Adik- adik yang sangat aku sayangi dan kami banggakan. Mungkin kalian memiliki masa depan yang lebih baik dari kami. Maka dari itu jangan melupakan kami.
           Kami juga sama seperti kalian, kami juga dilahirkan di Bumi Sawala. Kami juga makan pindang berjaket, sayur lobak, terutama sayuran favorit kami yaitu sayuran toge. Kami juga tidur di tempat yang sama seperti kalian. Kami juga melaksanakan lari pagi. Dan sekarang yang kami kangenin ketika sudah lulus adalah dicium pembina dan mencium adek kelas ( Hehehe..). Tapi dari semua itu memiliki arti dan memiliki kenangan ketika kita sudah lulus.
         

Tuesday, January 13, 2015

PASAL PERKENTUTAN

Di Copas dari tetangga sebelah.
Perkentutan terdiri dari beberapa pasal, silahkan dibaca dan diamati anda termasuk pasal no berapa :

1. ORANG AKUATIK, Orang yang suka kentut di dalam air (*note: ajaklah orang ini jalan-jalan ke darat agar dia bisa merasakan kenikmatan kalo kentut di darat)

2. ORANG AMIT, Orang yang sehabis kentut lalu memasang muka imut (*note: sadarkan orang ini kalo mukanya itu gak lebih bagus dari bol ayam kalo pas lagi kentut jadi bukannya imut)

3. ORANG ATLETIS, Orang yang kalo kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam (*note: hati-hati sama orang ini usahakan jaga jarak jika dia sudah mau mengeluarkan kentutnya soalnya kalo gak kita bisa terpental dan luka dalam)

4. ORANG BEGO, Orang yang habis kentut, menghirup nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar (*note: jangan sekali-sekali mencontoh apa yang dilakukan orang ini karena itu butuh latihan yang keras untuk melakukannya “dont try this at home”)

5. ORANG GEDABLEK (BRENGSEK), Orang yang mengentuti orang lain tepat di mukanya (*note: hindarilah orang kayak gini kalo gak mau semua muka lo bau kentut)

6. ORANG GOBLOG, Orang yang menahan kentutnya berjam-jam (*note: sadarkanlah orang ini bahwa yang dia lakukan itu adalah hal yang sia-sia dan buang-buang waktu)

7. ORANG GUGUP, Orang yang tiba tiba menahan kentutnya saat kentut (*note: bantulah orang ini dengan mengajarkan pada dia cara kentut yang benar, agar dia tidak selalu gugup waktu kentut)

8. ORANG INTERNET, Orang yang bunyi kentutnya seperti bunyi modem (*note: mau akses internet gratis tanpa bayar colok aja kabel data ke pantatnya orang ini)

9. ORANG JOROK, Orang yang kentutnya disertai ee’ (*note: kasih nasihat sama dia kalo kentut jangan selalu bawa teman-temannya karena Jakarta ini sudah sangat penuh dengan kentut jadi gak cukup kalo kentut disertai ee’)

10. ORANG JUJUR, Orang yang ngaku kalo habis kentut (*note: contohlah orang ini karena dia merupakan orang yang jujur dalam segala hal, jarang orang yang mau mengakui kekentutannya)

11. ORANG MISTERIUS, Orang yang kalo kentut, orang laen nggak tau (*note: kalo mau nyimpen barang berharga atau suatu rahasia percayakanlah pada orang ini, soalnya dari kentut aja dia bisa merahasiakannya apalagi hal laen)

12. ORANG MUSIK, Orang yang kentutnya berirama dangdut (*note: kalo mau pandai bermusik maka belajarlah pada orang ini soalnya kentutnya saja bisa dia harmonisasikan menjadi sebuah irama)

13. ORANG PEDE, Orang yang ngira kalo kentutnya wangi (*note: Sadarkanlah orang ini karena dia narsis banget, selalu membangga-banggakan kentutnya padahal di atas kentut masih ada kentut yang lebih baik)

14. ORANG PELIT, Orang yang kalo kentut dikit-dikit (*note: beritahu kepada orang ini bahwa sebagian kentut kita juga ada hak orang lain beritahu dia untuk menzakatkan 2,5% dari kentutnya untuk orang lain yang kurang mampu untuk kentut)

15. ORANG PEMALU, Orang yang kalo kentut nggak bunyi, tapi malu sendiri (*note: bantulah orang ini untuk meningkatkan percaya dirinya katakan kalo kentut itu bukan perbuatan yang hina tapi suatu kebanggaan)

16. ORANG PENDENDAM, Orang yang langsung membalas setelah dikentuti (*note: kasih nasehat ke orang ini agar bisa menjadi orang yang sabar dan mau memaafkan kentut orang lain)

17. ORANG PINTER, Orang yang bisa menandakan bau kentut orang lain (*note: kalo dapet ipk diatas 3.5 dalam mata pelajaran kentut, belajarlah sama orang ini karena dia adalah ahlinya dalam menandai kentut orang)

18. ORANG RAMAH, Orang yang senang mencium kentut orang lain (*note: belajarlah dari orang ini jika ingin banyak teman dan di sukai para tetangga, mulailah untuk menciumi kentut orang dari sekarang)

19 ORANG SADIS, Orang yang kalo abis kentut, kentutnya dikibaskan ke orang laen. (*note: jauhi orang ini karena ia termasuk seorang yang psikopat atau senang melihat orang lain mederita karena terkena kentutnya)

20. ORANG SENGSARA, Orang yang mau kentut tapi nggak bisa (*note: bantulah orang ini soalnya kasian kan dia kentut aja udah susah, apalagi cari makan. Kita wajib menzakatkan 2,5% dari kentut kita untuk orang ini)

21. ORANG SIAL, Orang lain yang kentut tapi selalu dia yang kena (*note: bantulah orag ini dari penderitaannya atau sarankan orang ini untuk ruatan ke dukun melepas sial)

22. ORANG SOMBONG, Orang yang sering mencium kentutnya sendiri (*note: ajarkanlah pada orang ini akan kerendahan hati, supaya dia tidak selalu menyombongkan diri dan mau membagi kentutnya ke yang lain)

23. ORANG STRATEGIS, Orang yang menyembunyikan kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak (*note: Kalo mau kentut yang sukses belajarlah dari orang ini karena dia tau tempat-tempat strategis untuk kentut)

24. ORANG TENGIL, Orang yang kentut sambil ngupil (*note: kasihlah saran kepada orang ini kalo mengerjakan suau pekerjaan itu harus satu-satu jangan sekaligus soalnya hasilnya pasti tidak bagus)

25. ORANG TIDAK SENANG BERGAUL, Orang yang kalo kentut sembunyi (*note: ajaklah orang ini untuk bergaul dalam dunia perkentutan agar wawasan kentutnya terbuka sehingga dia gak sembunyi kalo kentut)

26. ORANG YANG BERWAWASAN LUAS, Orang yang tahu kapan harus kentut (*note: Belajarlah dari orang ini jika ingin jadi orang yang sukses dalam dunia perkentutan yang penuh dengan persaingan)

27. ORANG YANG TIDAK JUJUR, Orang yang kalau kentut nyalahin orang lain. Biasanya sebelum yang lain melakukan tindak penuduhan dia duluan yang menuduh sembarangan orang. (*note : jauhilah orang yang seperti ini dari sebuah kentut aja udah gak jujur apalagi soal duit!)



Di kutip dari : http://www.malau.net/2012-10-20/sifat-orang-dilihat-dari-kentutnya/

Thursday, November 27, 2014

CIRI - CIRI ANAK ALAY, IBU ALAY, BAPAK ALAY

Sedikit copas dari tetangga sebelah,, Hal ini saya lakukan karena takut temen - temen saya tertular virus alay,,,
langsung saja di baca,,,ini ciri ciri anak alay, bisa juga bapak/ ibu alay :


  1. Namanya panjang banget, susah dibaca dan pake huruf besar kecil besar kecil semisal nih: PrInCeZzPaiJ3mCutEz (Princess Paijem Cute... glek..!), YaTtIituchIssaBell4 SiiephubiaChiinDta (Yati itu Isabela si phobia cinta.. hoekh!). AQyuwHc SichScyeXy Udd3LniiABooDoonG (aku si seksi udelnya bodong.. Oh God!!). Nah ni anak alay juga over kreatif, gak cuman update status tiap 5 menit, tiap hari juga update nama bro. Baru baca nama mereka aja udah pusing setengah idup, gimana kalo komen2an di fb coba??.
  2. Nah loh, profil pict-nya juga pasti kaya gitu2 aja (KeaA GitcHu2 Ajj). Ciri pertama: fotonya pasti foto closeup yang jidat ma hidungnya ud hampir nempel di kamera (tabrak aja ciint...), kedua: anglenya pasti 45 derajat dari kanan ato kiri, terus kepalanya nunduk 30 derajat, bisa dijamin unyeng2nya yang 5 biji kliatan cmuannaaa..., yang ketiga: bibirnya di monyong2in atau begaya niup2 sesuatu ampe pipinya gembung. Itulah gaya foto khas anak alay, semakin gak jelas semakin  kyeeenttzz. (eh, keren)
  3. Bahasanya sok imut dan lebay: "MuUv Lochx Eaa, Kmyuuh Ghiee PPah...,,??" ato gak "Ett FB @qUwH DuNd..,,," mulut kudu monyong-monyong-monyong biar bisa baca (ggrasllzzmmpthhha glek glek glek... hoekh!)
  4. Kalo request-nya di konfirm si anak Alay bakal nulis gini "MaaChie3 Eaa DaWgh KonFR1m QuWh..,,,, capa Ea Dee CnaaA?? NagH MnaaAh??" woy plis deh, emang yang nge-add duluan siapa coba?? kalo pengen tahu lihat aja di profil kaleeee...
  5. Kalo statusnya di-like (dikasih jempol) orang, si Alay bakalan bilang "MaaKaccieeh Eaa d4GwH Kacie3 J3mP0L...." kenapa gak bilang gini ya "AduwGH J3mP0l'a Kugh GedHew BeuD,,,, cHandtTengaN Eaah??" (aduh jempolnya kok gede banget, cantengan ya??)
  6. Hobi nge-add orang, sapa aja di add, menurut undang-undang per-Alay-an yang pernah aku baca, semakin banyak teman di FB, berarti semakin keyeentzz anak alay yang bersangkutan (gak peduli itu Om-om yang suka nyulik cewe ingusan, ato tante-tante, atau garong, atau duda, yang penting KeyeeeNtzz). Setelah FB-nya punya banyak temen, bikin akun FB lagi yang kedua, dan namanya biasanya gini PrInCeZzPaiJ3mCutEz Two ,, penting banget gak sih??
  7. Berasa gaul kalo statusnya dapet komen banyak,, nganggep dirinya eksis beeudd.. , kalo gak ada yang komen terpaksa deh di like sendiri, di komenin sendiri. Padahal kenapa juga kalo komennya dapet banyak?? Gak bakal dapat payung cantik toh?? ckckckck..   
Gimana guys,,,,ada salah satu yang nyangkut di diri kalian,,,
Semoga kawan kawan cepat sadar,,,Hahahaha
( Copas : http://ixia-viridi.blogspot.com/2011/07/ciri-anak-alay-di-facebook.html )

SALAM KORSA RIMBAWAN
 

Wednesday, November 19, 2014

PASUKAN ELIT ELANG JAWA



 Tahun 8 M, Tepat saat suatu pulau kecil dan terpencil ditemukan. Pulau yang sangat terkenal diseluruh penjuru dunia dengan keangkeran dan kekejamannya itu dinamakan pulau ADIPATI SAWALA. Kemudian raja Nusantara pun mulai mendengar akan kengkeran dan kekejaman pulau itu. Raja – raja itu antara lain, Raja Bandar, Raja Java, dan Raja Dewata. Kemudian mereka bekerjasama untuk mengirim pasukan terbaiknya demi menaklukkan pulau yang dianggap angker itu. Jumlah pasukan yang dikirim pertama kali dipualu itu ada 64 orang yang terdiri dari 41 pria dan 23 wanita yang dikenal dengan pasukan Elang jawa. Dengan berbagai perbedaan yang dimiliki, mulai dari bahasa, adat, suku, agama dan ras pasukan Elang jawa mencoba untuk bersatu demi menaklukkan keangkeran pulau itu.
Hari pertama menginjak pulau itu mereka langsung mendapat serangan daripenghuni pulau itu. Nyali  mereka pun mulai ragu untuk menaklukkan pulau itu. Nampaknya pulau Adipati Sawala memang benar- benar angker dan merupakan ujian yang sangat berat bagi mereka. Ujian pun datang di 7 hari pertama, pertempuran melawan penghuni pulau itu tidak hanya melukai sebagian besar pasukan tapi juga menewaskan 3 pasukan elangjawa. Hal tersebut langsung direspon oleh raja. Akhirnya sang raja mengirim 3 pasukan susulan untuk melengkapi 64 pasukan Elang jawa. Setelah melewati 7 hari pertama yang sangat menguras tenaga dan juga fikiran, akhirnya mereka mampu sedikit meredam serangan dan sudah mulai terbiasa dengan kondisi pulau itu, walaupun serangan – serangan itu hanyalah awal dari serangan yang akan terus mengancam nyawa mereka.
Setahun sudah mereka melewati hari – hari yang menyakitkan, dan mereka pun mulai mampu meredam serangan – serangan yang terus dilancarkan oleh pasukan  musuh yang ada dipulau itu. Pasukan elangjawa pun mulai bisa menghela nafas sejenak hingga suatu hari datang pasukan asing yang mencoba untuk menguasai pulau itu. Elang jawa pun mulai terusik akan kenyaman pasukan asing tersebut. Serangan pertama pun terjadi di tahun 9 M yang dinamakan dengan serangan SERSENJUA II ( SERangan SENior ke Junior Angkatan II ) . 7 hari peperangan yang sangat hebat itu terjadi. Peperangan itu sangat menguntungkan elangjawa. Selain mereka sudah tau medan dipulau itu mereka juga sudah mulai kompak. Dalam peperangan Sersenjua II pasukan Elangjawa mampu mengatasi perlawanan musuh. Sebagian besar musuh terluka berat dalam peperangan itu. Pasukan elangjawa mulai berjaya setelah berhasil menaklukan musuhnya. Seusai peperangan kemudian  pasukan elangjawa membuat peraturan yang diberi nama PERJUNSE ( PERaturan JUNior kepada SEnior ) yang isinya : “Peraturan pertama Senior tidak pernah salah. Peraturan kedua jiaka senior salah kembali ke peraturan pertama “.Peraturan itu yang membuat mereka bisa hidup berdampingan, walaupun masih ada beberapa konflik yang terjadi. Tapi hal tersebut masih bisa diatasi dengan damai. Hal itu berkat peraturan yang dibuat. Berkat peraturan itu juga peperangan SERSENJUA III dan SERSENJUA IV bisa diatasi.
Tapi ada 3 kejadian yang sangat memilukan yang menyelimuti elangjawa.
1.       Kejadian tahun 9 M, yaitu saat pasukan wanita Elangjawa harus berpisah. Pasukan itu terpaksa berpisah karena harus memenuhi panggilan dari sang raja.
2.       Kejadian tahun 10 M, yaitu saat pasukan pria Elangjawa harus memenuhi panggilan dari sang raja untuk tugas barunya.
3.       Kejadian tahun 11 M, yaitu saat pasukan wanita Elangjawa juga harus rela berpisah.
Saat mereka pergi, pasukan elang jawa tetap mempertahankan komposisinya. Hal tersebut dilakukan karena pasukan 64 Elangjawa sudah memiliki jiwa kebersamaan yang kuat, jadi apapun keadaannya pasukan Elangjawa tetap memiliki anggota 64.

Hal yang menarik lagi adalah ketika Romansa Cinta yang mendera Elang jawa. Romansa cinta yang pasti sangat indah untuk dijadikan tulisan. Cinta SMKK itu paling indah dan paling unik. Tapi Sabar dulu yaa,,,Episode romansa cinta SMKK akan segera hadir.


SALAM KORSA ELANG JAWA....


Tuesday, November 11, 2014

SEMBILAN NILAI DASAR RIMBAWAN

9 Nilai Dasar Rimbawan


Mampukah kita melaksanakan Sembilan nilai dasar rimbawan ;

Sebenarnya ini adalah falsafah yang sangat agung bagi seluruh umat manusia dimuka bumi. Alangkah jaya nya Indonesia jika seluruh elemen bangsa mampu menerapkan nilai-nilai dasar bagi pembangunan bangsa. Saya sebagai rimbawan merasa berat sekali untuk menjalankannya. tapi mudah-mudahan dengan niat yang tulus kita para rimbawan mampu untuk menerapkan di tempat kerja kita. sehubungan dengan penerapan 9 nilai dasar Rimbawan ini muncul pertanyaan tentang mampukah?…….

Jujur ;

Mampukah kita berlaku jujur… jujur didalam setiap apa yang kita kerjakan dalam rangka pelaksanaan pengabdian di lingkungan kerja. jujur tanpa ada iming2 agar dinilai baik oleh atasan. jujur dalam menyikapi setiap permasalahan, jujur walaupun sewaktu-waktu kita akan kehilangan jabatan karena kejujuran itu. jujur walaupun dilingkungan kerja kita nilai kejujuran itu sudah hampir hilang maknanya..

Tanggung Jawab;

Mampukah kita menjalankan tugas dengan rasa tanggungjawab, yang semata-mata karena amanah yang diberikan kepada kita. mampukah kita bekerja tanpa ada pamrih karena keuntungan materi dari melaksanakan pekerjaan itu. adakah rasa bersalah dalam diri, jika kita melalaikan pekerjaan yang diserahkan kepada kita.

Disiplin;

Mampukah kita bernaung dalam wilayah kedisiplinan, dibawah payung hukum. disiplin waktu, disiplin dalam menjalankan aturan. disiplin didalam menjaga kebenaran hakiki. disiplin untuk tidak terombang ambing oleh lingkungan kerja yang mempunyai dampak negatif.

Ikhlas;

Mampukah kita melaksanakan rutinitas pekerjaan dengan ikhlas hanya untuk mencari ridho Allah SWT. mampukah kita ikhlas tanpa mengharapkan keuntungan dari apa yang kita lakukan secara materi. harap kita hanya bagi kemajuan bangsa. ikhlaskah kita jika suatu saat kita akan dicopot dari jabatan. ikhlaskah kita menerima kritik yang membangun dari bawahan kita.

Visioner;

Apakah kita mempunyai visi kedepan untuk membangun diri, terus menggali potensi diri, sehingga mampu menciptakan rencana-rencana demi kemajuan sektor kehutanan. apakah visi kita hanya sebatas menjalankan aktivitas kantor saja. apakah kita punya cita-cita yang ingin kita capai dalam lingkup kegiatan kita.

Adil ;

Mampukah kita berlaku adil dilingkungan kerja kita. mampukah kita berlaku adil dalam mencermati setiap permasalahan. mampukah kita berlaku adil disaat kita menghadapi kondisi yang sulit untuk melakukan keadilan tersebut.mampukah kita berlaku adil jika dihadapkan pada kondisi yang justru tidak menguntungkan kita.

Peduli;

Mampukah kita peduli terhadap lingkungan kita. mampukah kita peduli terhadap masyarakat lain yang memang membutuhkan kepedulian kita. mampukah kita peduli terhadap degradasi hutan kita. mampukah kita peduli melihat kondisi lingkungan kerja yang membutuhkan perhatian kita. mampukah kita menciptakan rasa memiliki terhadap apa yang menjadi milik bersama.

Kerjasama;

Mampukah kita membangun kerjasama di lingkungan kerja, tanpa melihat latar berlakang mitra kerja. yang kita lihat adalah bagaimana kapasitas mitra kita terhadap tugas-tugas yang akan dilaksanakan. mampukah kita bekerjasama tanpa harus dibatasi oleh strata bawahan dan atasan, yang kita lihat hanyalah sinergis dari kerjasama itu.

Profesional;

Mampukah kita mencermati setiap permasalahan yang berkembang secara profesional. mencermati setiap permasalahan dari segala sudut pandang. mampukah kita menyelesaikan masalah tidak hanya “solfing problem” namun lebih jauh adalah “root problem”

Mudah-mudahan kita para rimbawan mampu melaksanakan nilai-nilai dasar ini sebagai amal ibadah kita yang merupakan kalifah untuk menebar rahmat di muka bumi… amin…..

Thursday, August 14, 2014

RESEP DAGING ORANGUTAN

Bagian tangan orangutan sehabis dimasak. Foto: Andi Fachrizal



Bagian tangan orangutan sehabis dimasak. Foto: Andi Fachrizal

Ignasius Mandor tampak sibuk menerima tamu saat saya mengunjungi kediamannya, di Jalan Panca Bhakti, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (6/11/13). Rata-rata tamu yang berkunjung para jurnalis.

Nama Mandor tiba-tiba melejit lantaran peristiwa kematian orangutan di sekitar kampung itu dan berakhir di meja makan. “Saya tahu ini satwa dilindungi. Tapi sudah mati. Daripada membusuk mending kita makan saja,” katanya. Dia memerlihatkan bagian-bagian organ tubuh orangutan seperti tangan, lidah, dan tulang kaki yang masih tersisa di dapur rumah.

Pria 50 tahun ini sangat terbuka. Dia menjelaskan ikhwal penemuan orangutan yang tewas tertembak pemburu pada Minggu (3/11/13). “Pak Hanafi, tetangga saya yang menemukan ini di kebun sawit warga, sekitar satu kilometer dari kampung. Tengkorak kepala orangutan masih ada di sana.”

Mandor pun sukarela mengantar ke kediaman Hanafi yang hanya berjarak sekitar 50 meter. Di sana masih ada sejumlah organ tubuh orangutan yang sedang disalai (diasapi), termasuk tengkorak.

Menurut Hanafi, orangutan itu ditemukan di dalam semak. “Pemburu itu masih kawan juga. Namanya Pak Lau Man. Dia pemburu babi hutan. Di sekitar kampung ini memang masih ada rusa. Mungkin disangka rusa karena warna bulu yang kemerahan, akhirnya dia tembak dan mati. Kalau dia tahu orangutan, tak mungkin dia tembak.”

Sadar yang ditembak orangutan, pemburu tidak membawa pulang. Dia hanya mengabarkan kepada teman-temannya di Jalan Panca Bhakti soal buruan itu. “Saya ke sana dan membawa orangutan itu balik dan kami masak. Dagingnya kita bagi ke warga yang mau makan.”

Kini, seluruh alat bukti itu sudah disita oleh Penyidik Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (Sporc), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar. Tim penyidik juga mendatangi para pihak terkait untuk menggali informasi lebih dalam soal kematian orangutan yang berakhir tragis di meja makan.

Berdasarkan pantauan di atas Bukit Rel, sekitar 200 meter dari permukiman warga, diduga orangutan terdesak karena hutan yang menjadi habitat mulai tergerus perkebunan sawit. Di sekitar kampung, ada dua perusahaan perkebunan sawit beroperasi, yakni PT Mas (Jarum Group) dan PT BPK (Wilmar Group). Bahkan, jarak PT Mas hanya berkisar empat kilometer dari permukiman.

Kehadiran perusahaan ini memancing warga membuka lahan di sekitar kampung guna ditanami sawit. Ini terjadi sejak tahun 2000. Hasilnya, buah tandan segar milik warga dijual ke pengumpul dengan harga Rp700 per kilogram. Pengumpul menjual kembali buah sawit itu ke PT BPK seharga Rp900 per kilogram.

“Saya membeli buah sawit ini langsung dari kebun milik warga. Sekali angkut biasa 700 kilogram hingga satu ton dengan sepeda motor roda tiga. Itu tergantung kondisi jalan. Warga biasa panen satu kali dalam sebulan,” ucap Alex (44), seorang pengumpul sawit asal Pontianak Utara.

Pengumpul sawit. Di sekitar kawasan orangutan tertembak dan disantap memang di kelilingi kebun sawit. Habitat orangutan menipis, hingga mereka turun mencari makan ke kebun-kebun warga dan berakhir tewas. Foto: Andi Fachrizal

Berbahaya bagi Kesehatan

Mayoritas warga yang mengonsumsi daging orangutan di Jalan Panca Bhakti mengakui daging satwa itu enak. Namun, sejumlah kajian ilmiah menyebut, mengonsumsi daging orangutan bisa berbahaya bagi kesehatan.

Dwi Suprapti dari WWF-Indonesia Program Kalbar mengatakan, secara umum genetika orangutan dan manusia 97 persen hampir sama. “Artinya, peluang berpindahnya penyakit yang diderita oleh orangutan kepada manusia (zoonosi) cukup tinggi. Jadi, mengonsumsi daging orangutan dapat membahayakan kesehatan manusia.”

Cerita Si Rimba

Dua tahun sebelum itu, pemahaman mendalam akan keberadaan orangutan datang dari warga kabupaten di ujung Kalbar. Suasana rumah betang, di Sumpak Sengkuwang, Desa Setulang, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, cukup ramai kala itu. Pada 7 April 2011, warga kampung berkumpul dalam suasana kekeluargaan. Mereka ingin menyaksikan pemutaran film berjudul The Story of Rimba yang diinisiasi WWF-Indonesia Program Kalbar.

Film dokumenter yang diproduksi Wanamedia Lestari Foundation, Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, dan GMM Film ini cukup menghipnotis warga rumah betang. Filmnya memukau, lantaran bercerita pedalaman Pulau Kalimantan yang elok dengan kekayaan flora dan fauna.

Karuan saja, film ini mampu menukik ke jantung persoalan seperti seringkali terjadi di sekitar hutan masyarakat adat Dayak Iban. Orangutan kian tergusur dari rumah sendiri. Ini konsekuensi dari laju pembangunan sektor kehutanan dan perkebunan skala besar. Orangutan tak kuasa melawan kebrutalan para pemburu liar. “Dooooor….!”

Induk orangutan meregang nyawa. Terempas dari ketinggian pohon. Pemburu bersorak dapat merebut anak orangutan dari induk yang sudah tak bernyawa. Si anak yang diberi nama Rimba ini pun diperjualbelikan hingga tembus dalam keriuhan Kota Jakarta. Rimba pasrah jadi bahan olokan dan tontonan orang-orang metropolitan.

Juliana Sera, bocah 10 tahun yang menyaksikan adegan itu tak kuasa menahan haru. “Kenapa mayas itu ditembak. Kasihan anaknya tidak bisa menyusu,” katanya lirih dengan mata berkaca-kaca.

Bagi orang Iban, mayas adalah sebutan lain untuk orangutan jenis Pongo pygmaeus-pygmaeus. Tak seorang pun mampu menjawab pertanyaan bocah itu hingga riwayat perjalanan Si Rimba berakhir di pusat rehabilitasi orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.

Banying, tetua adat Dayak Iban di Sumpak Sengkuwang, Desa Setulang, menyebut warga Iban pantang makan orangutan. “Warga Iban tak makan orangutan. Ada keyakinan adat kami yang menyebut siapa yang makan orangutan, ketika kelak berhadapan dengan kematian akan bangkit menjadi orangutan,” kata pria 50 tahun itu dengan suara lantang.

Itu pula sebabnya, orang Iban takut melukai spesies kunci itu. Bahkan, mereka banyak belajar dari pola hidup orangutan. Misa, berdukun, atau melahirkan. “Bagaimana mungkin orang Iban melukai orangutan. Kalau ada, kita akan sanksi dia dengan hukum adat.”

Kehidupan orangutan makin terancam. Habitat makin habis, mereka tewas ditembak, atau berakhir menjadi hiasan di rumah sampai tempat-tempat wisata. Foto: Rhett Butler

By : http://www.mongabay.co.id/2013/11/06/nasib-orangutan-yang-berakhir-jadi-santapan-dan-cerita-si-rimba/

Wednesday, August 13, 2014

TAUKAH ANDA??????!!!!!!!!!!!!!!!!! ( tentang PECINTA ALAM )

Istilah Pecinta Alam di Indonesia sebenarnya belum lama dikenal. Dahulu memang sudah ada kelompok-kelompok yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan konservasi alam. Sejarah tentang kelompok Pecinta Alam, terutama yang ada kaitannya dengan upaya pelestarian alam, sudah tercatat sejak tahun 1912, dengan terbentuknya De Nederlandsh Indische Vereneging Tot Natuur Rescherming. Kemudian Pemerintah Hindia Belanda mulai terlibat secara konkret sejak tahun 1937, dengan terbentuknya Bescherming Afdeling Van’t Land Plantetuin. Sejak saat itu kegiatan kepecintaalaman mulai berkembang di Indonesia.

Pada Awal tahun 1960-an kegiatan yang berorientasi pada pelestarian alam ini mendapat pengaruh yang cukup besar dari kegiatan kepanduan (scouting). Pandu, yang kini dikenal dengan nama Pramuka, berkembang pesat sejak tahun 1940-an, dan memang jenis kegiatan yang sering dilakukannya adalah kegiatan olahraga, rekreasi, petualangan, membaca jejak dan ketrampilan lainnya. Mau tidak mau, memang harus kita akui, bahwa kegiatan kepecintaalaman bertambah muatannya dengan jenis-jenis kegiatan petualangan karena adanya pengaruh dari kepanduan.

Istilah “Pecinta Alam” pertama kali diperkenalkan oleh Mapala Universitas Indonesia pada tahun 1975. Setelah berulang kali berganti nama, akhirnya mereka menamakan kelompoknya Mapala UI. Setelah itu, terutama di era 1980-an, perkembangan kelompok-kelompok Pecinta Alam semakin pesat di seluruh tanah air, sampai sekarang ini.

PECINTA ALAM

Kalau kita menilik asal katanya, ‘Pecinta’ artinya orang yang mencintai, dan alam dapat diartikan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Kalau kita perjelas lagi, alam berarti segalanya, baik benda hidup maupun benda tak hidup, yang ada di dunia ini. Udara, tanah, dan airmerupakan bagian dari alam yang membantu kelangsungan hidup kita. Demikian pula dengan tanaman, hewan, dan manusia,mereka termasuk bagian dari alam ini. Keberadaan mereka satu dengan yang lain saling mempengaruhi. Jadi, jelas bahwa diri kita masing-masing pun merupakan bagian dari alam semesta ini. Lalu dapatkah kita mengatakan bahwa Pecinta Alam adalah orang yang mencintai alam semesta beserta isinya, termasuk dirinya sendiri. Bagaimana pula dengan mereka yang memiliki hobby bertualang di alam bebas? Dapatkah mereka kita sebut Pecinta Alam? Tampaknya memang ada kerancuan makna dalam istilah “Pecinta Alam” tersebut: antara mereka yang mencintai alam (lingkungan) dengan mereka yang gemar berpetualang di alam bebas. Sebagai pembanding, di Eropa dan Amerika ada suatu terminologi yang jelas bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia kepecintaalaman, misalnya envi-ronmentalist (pecinta lingkungan hidup: Green Peace), naturlist (pecinta alam seperti sebagaimana adanya), adventure (petualangan/penjelajah), mountaineers (pendaki gunung), outdoor sports/activities (olahraga alam bebas: berkemah, gantole, menelusuri gua , masuk hutan, menyususri gua, dan semestinya).

Di Indonesia, Pecinta Alam adalah pendaki gunung, penulusuran gua, pengarungan sungai, pemanjat tebing dan sekaligus pecinta lingkungan. Hingga saat ini baru sedikit kelompok yang mengkhususkan aktivitasnya pada salah satu bidang saja. Oleh karena itu, mungkin akan lebih tepat bila dikatakan bahwa Pecinta Alam adalah orang-orang yang menCINTAI ALAM beserta segala isinya, dan yang menCINTAI petualangan alam bebas.

Istilah Pecinta Alam di Indonesia sebenarnya belum lama dikenal. Dahulu memang sudah ada kelompok-kelompok yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan konservasi alam. Sejarah tentang kelompok Pecinta Alam, terutama yang ada kaitannya dengan upaya pelestarian alam, sudah tercatat sejak tahun 1912, dengan terbentuknya De Nederlandsh Indische Vereneging Tot Natuur Rescherming. Kemudian Pemerintah Hindia Belanda mulai terlibat secara konkret sejak tahun 1937, dengan terbentuknya Bescherming Afdeling Van’t Land Plantetuin. Sejak saat itu kegiatan kepecintaalaman mulai berkembang di Indonesia. Pada Awal tahun 1960-an kegiatan yang berorientasi pada pelestarian alam ini mendapat pengaruh yang cukup besar dari kegiatann kepanduan (scouting). Pandu, yang kini dikenal dengan nama Pramuka, berkembang pesat sejak tahun 1940-an, dan memang jenis kegiatan yang sering dilakukannya adalah kegiatan olahraga, rekreasi, petualangan, membaca jejak dan ketrampilan lainnya. Mau tidak mau, memang harus kita akui, bahwa kegiatan kepecintaalaman bertambah muatannya dengan jenis-jenis kegiatan petualangan karena adanya pengaruh dari kepanduan. Istilah “Pecinta Alam” pertama kali diperkenalkan oleh Mapala Universitas Indonesia pada tahun 1975. Setelah berulang kali berganti nama, akhirnya mereka menamakan kelompoknya Mapala UI. Setelah itu, terutama di era 1980-an, perkembangan kelompok-kelompok Pecinta Alam semakin pesat di seluruh tanah air, sampai sekarang ini.

PECINTA ALAM

Kalau kita menilik asal katanya, ‘Pecinta’ artinya orang yang mencintai, dan alam dapat diartikan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Kalau kita perjelas lagi, alam berarti segalanya, baik benda hidup maupun benda tak hidup, yang ada di dunia ini. Udara, tanah, dan air merupakan bagian dari alam yang membantu kelangsungan hidup kita. Demikian pula dengan tanaman, hewan, dan manusia, mereka termasuk bagian dari alam ini. Keberadaan mereka satu dengan yang lain saling mempengaruhi. Jadi, jelas bahwa diri kita masing-masing pun merupakan bagian dari alam semesta ini. Lalu dapatkah kita mengatakan bahwa Pecinta Alam adalah orang yang mencintai alam semesta beserta isinya, termasuk dirinya sendiri. Bagaimana pula dengan mereka yang memiliki hobby bertualang di alam bebas? Dapatkah mereka kita sebut Pecinta Alam? Tampaknya memang ada kerancuan makna dalam istilah “Pecinta Alam” tersebut: antara mereka yang mencintai alam (lingkungan) dengan mereka yang gemar berpetualang di alam bebas. Sebagai pembanding, di Eropa dan Amerika ada suatu terminologi yang jelas bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia kepecintaalaman, misalnya envi-ronmentalist (pecinta lingkungan hidup: Green Peace), naturlist (pecinta alam seperti sebagaimana adanya), adventure (petualangan/penjelajah), mountaineers (pendaki gunung), outdoor sports/activities (olahraga alam bebas: berkemah, gantole, menelusuri gua , masuk hutan, menyususri gua, dan semestinya).Di Indonesia, Pecinta Alam adalah pendaki gunung, penulusuran gua, pengarungan sungai, pemanjat tebing dan sekaligus pecinta lingkungan. Hingga saat ini baru sedikit kelompok yang mengkhususkan aktivitasnya pada salah satu bidang saja. Oleh karena itu, mungkin akan lebih tepat bila dikatakan bahwa Pecinta Alam adalah orang-orang yang menCINTAI ALAM beserta segala isinya, dan yang menCINTAI petualangan alam bebas.

AKTIVITAS PECINTA ALAM (DI INDONESIA)

Kegiatan Pecinta Alam termasuk dalam kegiatan yang mempunyai resiko tinggi (high risk activity) dan kegiatan lebih banyak dilakukan di alam bebas (outdoor activity). Sebagian besar kelompok Pecinta Alam memiliki kegiatan pokok dalam bidang kegiatan alam bebas seperti pendakian gunung, pemanjatan tebing, penelusuran gua, jelajah hutan, penelusuran sungai, penyusuran pantai, dan arung jeram. Kegiatan-kegiatan tersebut perlu didukung dengan pengetahuan dan kegiatan penunjang seperti pengetahuan tentang orientasi medan (navigasi), pengetahuan survival, ketrampilan tali-temali, pengepakan peralatan, penguasaan PPPK, dan pengetahuan sekaligus ketrampilan mengenai SAR. Kegiatan penunjang tersebut akan banyak membantu dan diperlukan untuk menghindari atau mengurangi resiko yang sangat mungkin terjadi. Disamping itu Pecinta Alam masih perlu didukung dengan pengetahuan dan kegiatan dalam bidang lingkungan hidup seperti konservasi alam, penghijaun, bersih lingkungan, dan sebagainya. Juga kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat seperti bakti sosial, penelitian sosial, penyuluhan, dan sebagainya. Terakhir adalah kegiatan yang bersifat organisatoris seperti manajemen organisasi, regenerasi keanggotaan, kaderisasi anggota, pengembangan SDM bagi anggota, dan seterusnya. Jelas kiranya bahwa Pecinta Alam merupakan suatu kegiatan yang positif dan memiliki arti serta peran yang sangat bermanfaat bagi pengembangan pribadi, orang lain dan masyarakat. Satu pertanyaan tersisa adalah : “Mampukah kita memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri kita melalui kegiatan kepecintaalaman ? Materi Pencinta Alam didalam aktivitasnya sehari-hari sebagaimana yang dimaknakan dalam unsur kata Cinta dan Alam.” Ingatlah hai engkau penjelah alam :
1.Take nothing, but pictures [jangan ambil sesuatu kecuali gambar]
2.Kill nothing, but times [jangan bunuh sesuatu kecuali waktu]
3.Leave nothing, but foot-print [jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak kaki] dan senantiasa ;
1.Percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
2.Percaya kepada kawan [dalam hal ini kawan adalah rekan penggiat dan
peralatan serta perlengkapan, tentu saja juga harus dibarengi bahwa diri kita sendiri juga dapat dipercaya oleh “teman” tersebut dengan menjaga, memelihara dan melindunginya]
3.Percaya kepada diri sendiri, yaitu percaya bahwa kita mampu melakukan segala sesuatunya dengan baik.
Sejarah Pencinta Alam Serta Perkembangannya

Apabila sejenak kita merunut dari belakang, sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah “rumah” mereka. Gunung adalah sandaran kepala,padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi. Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih “bermartabat”, alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya. Manusia dan alam akhirnya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri. Ketika keduanya bersatu kembali, maka ketika itulah saatnya Sejarah Pecinta Alam dimulai :

Pada tahun 1492 sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Saat itu belum jelas apakah mereka ini tergolong pendaki gunung pertama. Namun beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Barangkali mereka itu pemburu yang mendaki gunung. Tapi inilah pendakian gunung yang tertua pernah dicatat dalam sejarah. Di Indonesia, sejarah pendakian gunung dimulai sejak tahun 1623 saat Yan Carstensz menemukan “Pegunungan sangat tinggi di beberapa tempat tertutup salju” di Papua. Nama orang Eropa ini kemudian digunakan untuk salah satu gunung di gugusan Pegunungan Jaya Wijaya yakni Puncak Cartensz. Pada tahun 1786 puncak gunung tertinggi pertama yang dicapai manusia adalah puncak Mont Blanc (4807 m) di Prancis. Lalu pada tahun 1852 Puncak Everest setinggi 8840 meter ditemukan. Orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma menurut orang Tibet. Puncak Everest berhasil dicapai manusia pada tahun 1953 melalui kerjasama Sir Edmund Hillary dari. Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris. Sejak saat itu, pendakian ke atap-atap dunia pun semakin ramai.

Di Indonesia sejarah pecinta alam dimulai dari sebuah perkumpulan yaitu “Perkumpulan Pentjinta Alam”(PPA). Berdiri 18 Oktober 1953. PPA merupakan perkumpulan Hobby yang diartikan sebagai suatu kegemaran positif serta suci,terlepas dari ‘sifat maniak’yang semata-mata melepaskan nafsunya dalam corak negatif. Tujuan mereka adalah memperluas serta mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. Sayang perkumpulanini tak berumur panjang. Penyebabnya antara lain faktor pergolakan politik dan suasana yang belum terlalu mendukung sehingga akhirnya PPA bubar di akhir tahun
1960. Awibowo adalah pendiri satu perkumpulan pencinta alam pertama di tanah air mengusulkan istilah pencinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi. “Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini?.” Sejarah pencinta alam kampus pada era tahun 1960-an. Pada saat itu kegiatan politik praktis mahasiswa dibatasi dengan keluarnya SK 028/3/1978 tentang pembekuan total kegiatan Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang melahirkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Gagasan ini mula – mula dikemukakan Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964, ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah mengadakan kerjabakti di TMP Kalibata. Sebenarnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Soe Hok Gie sendiri, diilhami oleh organisasi pencinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat. Sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua. Pada pertemuan kedua yang diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, didepan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu Herman O. Lantang yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu dicetuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA, singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam. Setelah bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum, yaitu Drs. Bambang Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar mengubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Alasannya nama IMPALA terlalu borjuis. Nama ini diberikan oleh Bpk Moendardjito. Mapala merupakan singkatan dari Mahasiswa Pencinta Alam. Dan Prajnaparamita berarti dewi pengetahuan. Selain itu Mapala juga berarti berbuah atau berhasil. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat lindungan dewi pengetahuan. Ide pencetusan pada saat itu memang didasari dari faktor politis selain dari hobi individual pengikutnya, dimaksudkan juga untuk mewadahi para mahasiswa yang sudah muak dengan organisasi mahasiswa lain yang sangat berbau politik dan perkembangannya mempunyai iklim yang tidak sedap dalam hubungannya antar organisasi.
Dalam tulisannya di Bara Eka 13 Maret 1966, Soe mengatakan bahwa :
“Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme itu masih ada yang lebih berwenang untuk menentukan hidup dan mati seseorang.MAPALA, Pencinta alam atau Petualang ? Dua nama, pencinta alam dan petualang seolah-olah merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa di pisahkan antara keduanya. Namun kalau dilihat secara etimologi kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia akan nampak kelihatan bahwa keduanya tidak ada hubungan satu sama lainnya. Dalam KBBI, pecinta (alam) ialah orang yang sangat suka akan (alam), sedangkan petualang ialah orang yang suka mencari pengalaman yang sulit-sulit, berbahaya, mengandung resiko tinggi dsb. Dengan demikian, secara etimologi jelas disiratkan dimana keduanya memiliki arah dan tujuan yang berbeda, meskipun ruang gerak aktivitas yang dipergunakan keduanya sama, alam. Dilain pihak, perbedaan itu tidak sebatas lingkup “istilah” saja, tetapi juga langkah yang dijalankan. Seorang pencinta alam lebih populer dengan gerakan enviromentalisme-nya, sementara itu, petualang lebih aktivitasnya lebih lekat dengan aktivitas-aktivitas Adventure-nya seperti pendakian gunung, pemanjatan tebing, pengarungan sungai dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadikan alam sebagai medianya.
Kini yang sering ditanyakan ketika kerusakan alam di negeri ini semakin parah, dimanakah pencinta alam? begitupun dengan para petualang yang menggunakan alam sebagai medianya. Bahkan Tak jarang aktivitas “mereka” berakhir dengan terjadinya tindakan yang justru sangat menyimpang dari makna sebagai pecinta alam, misalkan terjadinya praktek-paktek vandalisme. Inilah sebenarnya yang harus di kembalikan tujuan dan arahnya sehingga jelas fungsi dan gerak merekapun bukan hanya sebagai ajang hura-hura belaka. keberadaaan mereka belum mencirikan kejelasan arah gerak dan pola pengembangan kelompoknya. Jangankan mencitrakan kelompoknya sebagai pecinta alam, sebagai petualang pun tidak. Aktivitas mereka cenderung merupakan aksi-aksi spontanitas yang terdorong atau bahkan terseret oleh medan ego yang tinggi dan sekian image yang telah terlebih dulu dicitrakan, dengan demikian banyak diantara para “pencinta alam” itu cuma sebatas “gaya” yang menggunakan alam sebagai alat.



I. PENDAHULUAN
Kegiatan Alam Terbuka (KAT) adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan di lokasi yang masih alami baik berupa hutan, perbukitan, pantai dll. Kegiatan di alam terbuka saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif wisata, kegiatan pendidikan dan bahkan penelitian. Selain untuk tujuan-tujuan tersebut, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengenal Kebesaran Illahi melalui keajaiban alam yang merupakan ciptaan-Nya berupa berbagai keneragaman hayati yang sangat beraneka ragam yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Namun dalam pelaksanaanya, kegiatan ini ternyata memiliki resiko yang cukup tinggi. Karena tidak seperti kegiatan wisata lainnya yang didukung oleh fasilitas yang menunjang keselamatan pelaku atau pengunjung, Kegiatan Alam Terbuka justru sangat rentan terjadinya kecelakaan karena memang kegiatan ini dilaksanakan ditempat yang masih alami seperti kondisi perbukitan terjal, jurang, aliran sungai yang deras, dan kondisi alam lainnya yang berpotensi menimbulkan bahaya dan juga mempersulit upaya penyelamatan bagi korban atau penderita. Meskipun bukan suatu hal yang diharapkan, kecelakaan (accident) memerlukan langkah antisipatif yang diantaranya dengan mengetahui atau mendiagnosa penyakit maupun akibat kecelakaan, penanganan terhadap korban dan evakuasi korban bila diperlukan. Hal ini memerlukan pengetahuan agar korban tidak mengalami resiko cidera yang lebih besar.

II. DEFINISI
Pertolongan Pertama (PP) adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. Ini berarti:
Pertolongan Pertama harus diberikan secara cepat walaupun perawatan selanjutnya tertunda.
Pertolongan Pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban.
III. DASAR-DASAR PERTOLONGAN PERTAMA
Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Pertolongan Pertama biasanya diberikan oleh orang-orang disekitar korban yang diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan terdekat. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian. Namun sebelum kita memasuki pembahasan kearah penanggulangan atau pengobatan terhadap luka, akan lebih baik kita berbicara dulu mengenai pencegahan terhadap suatu kecelakaan (accident), terutama dalam kegiatan di alam bebas. Selain itu harus kita garis bawahi bahwa situasi dalam berkegiatan sering memerlukan bukan sekedar pengetahuan kita tentang pengobatan, namun lebih kepada pemahaman kita akan prinsip-prinsip pertolongan terhadap korban. Sekedar contoh, beberapa peralatan yang disebutkan dalam materi ini kemungkinan tidak selalu ada pada setiap kegiatan, aka kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan.

a. Prinsip Dasar
Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat tersebut diantaranya:
Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya. Seringkali kita lengah atau kurang berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan. Sebelum kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya.
Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efesien. Hindarkan sikap sok pahlawan. Pergunakanlah sumberdaya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
Biasakan membuat cataan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dsb. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.

b. Sistematika Pertolongan Pertama
Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :

1. Jangan Panik
Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk ditolong.

2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.
Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparah kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.
Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan.

4. Pendarahan.
Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3-5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka itu. Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.

5. Perhatikan tanda-tanda shock.
Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalm keadaan setengah sadar, baringankan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lainnya. Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya. Apabila penderita mengalami cidera di dada dan penderita sesak nafas (tapi masih sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.

6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.
Korban tidak boleh dipindahakan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila korban hendak diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai. Dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.

7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan.
Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah sebagai life saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.

IV. KASUS-KASUS KECELAKAAN ATAU GANGGUAN DALAM KEGIATAN ALAM TERBUKA
Berikut adalah kasus-kasus kecelakaan atau gangguan yang sering terjadi dalam kegiatan di alam terbuka berikut gejala dan penanganannya:

a. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea.
* Gejala :
Perasaan limbung
Pandangan berkunang-kunang
Telinga berdenging
Nafas tidak teratur
Muka pucat
Biji mata melebar
Lemas
Keringat dingin
Menguap berlebihan
Tak respon (beberapa menit)
Denyut nadi lambat

*Penanganan
Baringkan korban dalam posisi terlentang
Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
Beri udara segar
Periksa kemungkinan cedera lain
Selimuti korban
Korban diistirahatkan beberapa saat
Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan

b. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
*Gejala dan tanda dehidrasi

Dehidrasi ringan
Defisit cairan 5% dari berat badan
Penderita merasa haus
Denyut nadi lebih dari 90x/menit
Dehidrasi sedang
Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan
Nadi lebih dari 90x/menit
Nadi lemah
Sangat haus
Dehidrasi berat
Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan
Hipotensi
Mata cekung
Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
Kejang-kejang

*Penanganan
Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
mengganti elektrolit yang lemah
Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
Memberantas penyebabnya
Rutinlah minum jangan tunggu haus

c. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.

*Gejala
Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
Terdengar suara nafas tambahan
Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
Irama nafas tidak teratur
Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
Kesadaran menurun (gelisah/meracau)

*Penanganan
Tenangkan korban
Bawa ketempat yang luas dan sejuk
Posisikan ½ duduk
Atur nafas
Beri oksigen (bantu) bila diperlukan

d. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.
*Gejala
Kepala terasa nyeri/berdenyut
Kehilangan keseimbangan tubuh
Lemas

*Penanganan
Istirahatkan korban
Beri minuman hangat
beri obat bila perlu
Tangani sesuai penyebab

e. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
*Gejala
Perut terasa nyeri/mual
Berkeringat dingin
Lemas

*Penanganan
Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
Beri minuman hangat (teh/kopi)
Jangan beri makan terlalu cepat

f. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.
*Gejala
Nyeri di dada
Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
Denyut nadi tak teraba/lemah
Gangguan nafas
Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
Kepala terasa ringan
Lemas
Kulit berubah pucat/kebiruan
Keringat berlebihan
Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, tegang.

*Penanganan
Tenangkan korban
Istirahatkan
Posisi ½ duduk
Buka jalan pernafasan dan atur nafas
Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)

f. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
*Gejala
Seolah-olah hilang kesadaran
Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas

*Penanganan
Tenangkan korban
Pisahkan dari keramaian
Letakkan di tempat yang tenang
Awasi

g. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
*Gejala
Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
Kadang disertai pusing

*Penanganan
Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
Tenangkan korban
Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
Diminta bernafas lewat mulut
Bersihkan hidung luar dari darah
Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama

h. Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
*Gejala
Nyeri pada otot
Kadang disertai bengkak

*Penanganan
Istirahatkan
Posisi nyaman
Relaksasi
Pijat berlawanan arah dengan kontraksi

i. Memar yaitu pendarahan yang terdi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
*Gejala
Warna kebiruan/merah pada kulit
Nyeri jika di tekan
Kadang disertai bengkak

*Penanganan
Kompres dingin
Balut tekan
Tinggikan bagian luka

J. Keseleo yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
*Gejala
Bengkak
Nyeri bila tekan
Kebiruan/merah pada derah luka
Sendi terkunci
Ada perubahan bentuk pada sendi

*Penanganan
Korban diposisikan nyaman
Kompres es/dingin
Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
Tinggikan bagian tubuh yang luka

k. Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.
*Gejala
Terbukanya kulit
Pendarahan
Rasa nyeri

*Penanganan
Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)
Tutup luka dengan kasa steril/plester
Balut tekan (jika pendarahannya besar)
Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:
Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila ada:
Keluarkan tanpa menyinggung luka
Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)
Evakuasi korban ke pusat kesehatan
Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan berdarah lagi.

l. Pendarahan yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja. Penghentian darah dengan cara
Tenaga/mekanik, misal menekan, mengikat, menjahit dll
Fisika :
Bila dikompres dingin akan mengecil dan mengurangi pendarahan
Bila dengan panas akan terjadinya penjedalan dan mengurangi
Kimia: Obat-obatan
Biokimia: vitamin K
Elektrik: diahermik

m. Patah Tulang/fraktur yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian
*Gejala
Perubahan bentuk
Nyeri bila ditekan dan kaku
Bengkak
Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
Ada memar (jika tertutup)
Terjadi pendarahan (jika terbuka)
Jenisnya
Terbuka (terlihat jaringan luka)
Tertutup

*Penanganan
Tenangkan korban jika sadar
Untuk patah tulang tertutup
Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bias digerakan/diangkat)
Sensasi (respon nyeri)
Sirkulasi (peredaran darah)
Ukur bidai disisi yang sehat
Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah
Pasang bantalan didaerah patah tulang
Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka
Ikat bidai
Periksa GSS
Untuk patah tulang terbuka
1.Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat
2.Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin
3.Ikat dengan ikatan V
4.Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup
Tujuan Pembidaian
Mencegah pergeseran tulang yang patah
memberikan istirahat pada anggota badan yang patah
mengurangi rasa sakit
Mempercepat penyembuhan

n. Luka Bakar yaitu luka yangterjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)

*Penanganan
Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen
Perhatikan keadaan umum penderita
Pendinginan
Membuka pakaian penderita/korban
Merendam dalam air atau air mengalir selama 20 atau 30 menit. Untuk daerah wajah, cukup dikompres air
Mencegah infeksi
Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada luka
Penderita dikerudungi kain putih
Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap dll
Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama
Bila luka bakar luas penderita diKuasakan
Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.
Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.

o. Hipotermia yaitu suhu tubuh menurun karena lingkungan yang dingin
*Gejala
Menggigil/gemetar
Perasaan melayang
Nafas cepat, nadi lambat
Pandangan terganggu
Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat

*Penanganan
Bawa korban ketempat hangat
Jaga jalan nafas tetap lancar
Beri minuman hangat dan selimut
Jaga agar tetap sadar
Setelah keluar dari ruangan, diminta banyak bergerak (jika masih kedinginan)

p. Keracunan makanan atau minuman
*Gejala
Mual, muntah
Keringat dingin
Wajah pucat/kebiruan

*Penanganan
Bawa ke tempat teduh dan segar
Korban diminta muntah
Diberi norit
Istirahatkan
Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik

q. Gigitan binatang gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis; yang berbisa (beracun) dan yang tidak memiliki bisa. Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar daripada luka biasa.
Pertolongan Pertamanya adalah:
Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik
Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut
Ada beberapa jenis binatang yang sering menimbulkan ganguan saat melakukan kegiatan di alam terbuka, diantaranya:
1. Gigitan Ular
Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita/korban tergantung pada ketepatan diagnosa, maka pad keadaan yang meragukan ambillah sikap menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:

Hematotoksin (keracunan dalam)
Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)
Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya takut mati.

*Penanganan untuk Pertolongan Pertama:
Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.
Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
Cegah penyebaran bias penderita dari daerah gigitan
Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik
Letakkan daerah gigitan dari tubuh
Berikan kompres es
Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri
Perawatan luka
Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas
Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melalui breastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan (selama tidak ada luka di mulut).
Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)
Perbaikan sirkulasi darah
Kopi pahit pekat
Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv
Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor
Obat-obatan lain
Ats
Toksoid tetanus 1 ml
Antibiotic misalnya: PS 4:1

2. Gigitan Lipan
Ciri-ciri
Ada sepasang luka bekas gigitan
Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam
Penanganan
Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik
Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedik

3. Gigitan Lintah dan Pacet
Ciri-ciri
Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)
Penanganan
Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam
Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal

4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya
Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal. Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.
Perhatian:
Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping
Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.

V. EVAKUASI KORBAN
Adalah salah satu tahapan dalam Pertolongan Pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yng aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Prinsip Evakuasi

Dilakukan jika mutlak perlu
Menggunakan teknik yang baik dan benar
Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian
Alat Pengangutan
Dalam melaksanakan proses evakusi korban ada beberapa cara atau alat bantu, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi (medan, kondisi korban ketersediaan alat). Ada dua macam alat pengangkutan, yaitu:

1. Manusia
Manusia sebagai pengangkutnya langsung. Peranan dan jumlah pengangkut mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan.
Bila satu orang maka penderita dapat:
Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak
Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang
Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas
Dipanggul/digendong
Merayap posisi miring
Bila dua orang maka penderita dapat:
Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita tersebut dan diterapkan bila korban tak perlu diangkut berbaring dan tidak boleh untuk mengangkut korban patah tulang leher atau tulang punggung.
Dipondong : tangan lepas dan tangan berpegangan
Model membawa balok
Model membawa kereta

2. Alat bantu
Tandu permanen
Tandu darurat
Kain keras/ponco/jaket lengan panjang
Tali/webbing

*Persiapan
Yang perlu diperhatikan:
1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkan penilaian kondisi dari: keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang dan gangguan persendian
2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien selama proses evakuasi
3. Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan tempat akhir korban diangkut
4. Memilih alat
5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tuhuh yang berjuntai atau badan penderita yang tidak daolam posisi benar

VI. FARMAKOLOGI
Farmakologi adalah pengetahuan mengenai obat-obatan. Yang dibahas disini hanya sekedar obat-obatan standar yang sering dibutuhkan dalam Kegiatan Alam Terbuka.

NO 
 Nama Obat
Kegunaan
1
CTM
Alergi, obat tidur
2
Betadine
Antiseptik
3
Povidone Iodine
Antiseptik
4
Neo Napacyne
Asma, sesak nafas
5
Asma soho
Asma,sesak nafas
6
Konidin
Batuk
7
Oralit
Dehidrasi
8
Entrostop
Diare
9
Demacolin
Flu, batuk
10
Norit
Keracunan
11
Antasida doen
Maag
12
Gestamag
Maag
13
Kina
Malaria
14
Oxycan
Memberi tambahan oksigen murni
15
Damaben
Mual
16
Feminax
Nyeri haid
17
Spasmal
Nyeri haid
18
Counterpain
Pegal linu
19
Alkohol 70%
Pembersih luka/antiseptic
20
Rivanol
Pembersih luka/antiseptic
21
Chloroetil (obat semprot luar)
Pengurang rasa sakit
22
Pendix
Pengurang rasa sakit
23
Antalgin
Pengurang rasa sakit, pusing
24
Paracetamol
Penurun panas
25
Papaverin
Sakit perut
26
Vitamin C
Sariawan
27
Dexametason
Sesak nafas

VII. PENUTUP
Pertolongan Pertama adalah sebagai suatu tindakan antisipatif dalam keadaan darurat namun memiliki dampak yang sangat besar bagi penderita atau korban. Kesalahan diagnosa dan penanganan dapat mendatangkan bahaya yang lebih besar, cacat bahkan kematian. Satu hal yang perlu diingat adalah Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Serahkan penanganan selanjutnya (bila diperlukan) pada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.