Ini adalah kisah sebuah keluarga besar. Dimana kami memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menjadikan hutan lebih baik. Kami sangat cinta hutan, kami dibentuk karena hutan. Maka dari itu kami dipersatukan disebuah gudang pinggir hutan. Gudang itu bernama Bumi Sawala. Disitu kami memiliki banyak kisah, banyak cerita, banyak kata yang sering kami ceritakan.
Tak terasa empat ( 4 ) tahun sudah kami menjalani pendidikan di bumi sawala. Rasa haru itu pecah ketika kami memegang secarik kertas yang bertuliskan "LULUS". Kertas itu ibarat surat pengusiran kami dari bumi sawala. Tetes airmata kami bukan pertanda kami harus melupakan sawala. Tapi itu awal kami dalam membentuk dan mencari keharuman nama Bumi Sawala.
Kami sekarang berjuang dan Kami sekarang berperang, semua itu bukan semata-mata untuk diri sendiri, melainkan bagi masa depan generasi yang dilahirkan di Bumi Sawala. Dan generasi setelah kami adalah Adik- adik yang sangat aku sayangi dan kami banggakan. Mungkin kalian memiliki masa depan yang lebih baik dari kami. Maka dari itu jangan melupakan kami.
Kami juga sama seperti kalian, kami juga dilahirkan di Bumi Sawala. Kami juga makan pindang berjaket, sayur lobak, terutama sayuran favorit kami yaitu sayuran toge. Kami juga tidur di tempat yang sama seperti kalian. Kami juga melaksanakan lari pagi. Dan sekarang yang kami kangenin ketika sudah lulus adalah dicium pembina dan mencium adek kelas ( Hehehe..). Tapi dari semua itu memiliki arti dan memiliki kenangan ketika kita sudah lulus.