Wednesday, November 13, 2013

Misteri 72

               
        Kisah ini terjadi sekitar awal tahun 2013. Waktu itu aku sedang melakukan tugas risalah di KPH Balapulang, BH Larangan. Pagi yang indah dengan kondisi cuaca cerah, awal hari yang sangat luar biasa untuk melaksanakan pekerjaan   sangat melelahkan  yang sudah menanti di petak 72. 
          Untuk mencapai petak 72 saya harus berjalan kurang lebih 5 Km. Cuaca yang terik membuat saya dan anggota lain terpaksa harus berstirahat sejenak.  Saya istirahat di pinggir sungai sambil membagi tim untuk melakukan pekerjaan.
                Kebetulan saya mendapatkan tugas untuk menyeket alur AG bersama teman saya dan satu mandor daerah. Untuk menuju alur AG saya harus berjalan menyusuri sungai, karena itu jalan pintas dan yang paling cepat untuk menuju lokasi.  Jarak kelokasi sekitar 3 Km.
                Sesampainya di lokasi ujung alur AG, Saya mengambil GPS untuk menentukan titik ujung alur AG. Tepat dibawah sebuah pohon besar terdapat sebuah Pal Kuno yang sudah tidak jelas keterangan no Pal. Tapi menurut mandor pohon besar itulah ujung dari alur AG. Kami pun mempersiapkan alat yang harus digunakan, sambil mengisi tenaga. Kebetulan posisi alur menurun kebawah, sehingga saya dapat melihat alur dengan jelas. Ternyata kondisi alur penuh dengan semak belukar berupa alang-alang, tumbuhan kirinyu, dll menjadi tantangan berikutnya.
                Sekitar 10 menit berselang, saya dan anggota memulai perjalanan menyusuri alur AG. Awal perjalanan sekitar 50 meter dengan kondisi aman. Ketika ada sebuah cabang pohon yang menghalangi jalan dipotong oleh pak mandor, tiba- tiba datang sekelompok tawon  yang menyerang kami. Seketika pula dengan reflek saya langsung menjatuhkan diri, hal itu saya lakukan supaya  tawon tidak menyerang saya, tetapi ketika saya lihat pak mandor tidak menjatuhkan diri melainkan malah berlari. Saat itu pula terdengar suara teriakan kesakitan dari pak mandor. Ketika keadaan di sekitar saya mulai tenang oleh kehadiran tawon, sayapun langsung menuju ke arah pak mandor dengan membawa ranting-ranting pohon lamtoro, dan sayapun langsung mengusir tawon tersebut dengan ranting . Alhamdulillah pak mandor  tidak apa-apa walaupun ternyata pak mandor tersengat lebah dibagian kepala, Ada sekitar 5 sengatan di kepala pak mandor.
                Setelah kondisi pak mandor dan kondosi sekitar aman, kamipun melanjutkan kerjaan. Sambil berjalan menyusuri alur AG yang kondisi jalan semakin tidak bisa di lewati, saya tiba-tiba kefikiran dengan hal yang barusan terjadi. Semakin lama fikiran saya semakin negatif. Saya berusaha untuk melupakan hal tadi dengan ngobrol ala mandor daerah sama pak mandor sambil terus merangsek masuk ke semak- semak. GPS saya lihat dan arah jalannya benar. Saya terus melihat GPS untuk mengecek arah alur. Supaya saya tidak tersesat dan salah jalan.
                Sekitar 1 jam berjalan, Percaya atau tidak percaya, kamipun terpana dengan apa yang sekarang terjadi. Ada sebuah ranting yang terpotong, dan ada sebuah sarang lebah di ranting tersebut. Pak mandor melepas topinya dan mendekati ranting tersebut. Sayapun kemudian bertanya sama pak mandor” Pak, bukannya ini jalan yang kita lewati tadi??”. Kemudin pak mandor menjawab “ iya mas, ini jalan yang waktu kita di serang lebah.”.seketika pula saya melihat GPS yang ada di tangan saya. Terkejut saya melihat gambar sket yang ada di GPS, karena gambar yang tergambar dalam GPS membentuk angka 8. Kemudian saya menunjukkan ke suatu arah kepada pak mandor,” pak, 30 meter ke arah situ adalah ujung alur, yang waktu pertama kita mulai dan tempat kita istirahat tadi!!”. Pak mandorpun tak berfikir lama. Seketika pula pak mandor mengajak saya untuk kembali ke tempat awal kita istirahat tadi. Di sana kamipun duduk termenung. Kemudian pak mandor bercerita tentang hal yang barusan terjadi. Katanya disini sering terjadi hal yang sama, yaitu kejadian tersesat atau bingung. Kata pak mandor juga, awal kita tadi diserang  tawon adalah sebuah pertanda kalo kita tidak boleh melnjutkan perjalanan.
                Seketika pula saya kaget, karena tiba- tiba GPS saya bunyi “ tiiiiitttttttt”. Ternyata bunyi itu menandakan kalau sinyal hilang. Semakin genting keadaan kami. Sayapun memutuskan untuk kembali pulang.
                Saat sampai tengah perjalanan perbekalan kami yang berupa air minum habis. Tak berfikir panjang kami pun berhenti sejenak di pinggir sungai dan mengambil air sungai yang sangat jernih untuk diminum sekalian membuka perbekalan makan siang.
                Dengan keadaan lelah kami pun melanjutakan perjalanan menuju rumah pak mandor tanpa membawa hasil pekerjaan pun.

“ Walaupun saya pulang dengan tangan hampa saya tetap bersyukur, karena kejadian tadi adalah sebuah pembelajaran alamyang tidak semua orang mendapatkan materi alam tersebut.”


Monday, November 11, 2013

PAHLAWAN PENGHUNI POJOK KIRI BELAKANG

           
       
     
                 Haii,,, Saudaraku,''!!!! Salam Rimbawan !!!!!
                Kali ini saya akan menulis sebuah kisah tentang seorang pahlawan yang ada di sekitar kita. Pasti teman- teman mengerti apa yang dimaksud dengan Pahlawan Penghuni Pojok Kiri Belakang???. Mereka itu adalah saudaraku para anggota IBI ( Ikatan Boncel Imut ) haha.
               Tulisan ini untuk kawanKu yang sekarang kangen dengan para IBI, Emmmmm,,,Tapi kira- kira saudaraKu yang cantik dan ganteng masih ingat dengan penghuni pojok yang suka bilang " Kurang satu,Kurang dua atau Lengkap". hehehe......Kangen tidak sama mereka??? atau ingin mendengar mereka teriak seperti itu lagi???
               Tapi walaupun begitu ,mereka itu pahlawan bagi kalian loh. Mereka yang spesialis pojok dengan ikhlas tanpa di pungut biaya rela mengabsen kalian. Dia sangat perhatian sama kalian. Sampai -sampai setiap ada kegiatan, si penghuni pojok tau bahkan faham hingga mengerti jumlah dan keadaan kalian. Wuuuhhhh sangat berat tugas mereka ya???
               Harusnya mereka mendapat jasa. Jasa atas semangat mereka selama 4 tahun menunggu pojok kiri belakang. Gak usah muluk- muluk deh, cukup BAP ( Berita Acara Pemeriksaan ) tinggi badan aja, Yang isinya menyatakan kalau para penghuni pojok belakang memiliki tinggi lebih dari 100 cm. hehehe...Jadi nanti kalau mereka para penghuni pojok belakang mengisi sebuah formulir yang ada kolom tinggi badan supaya bisa mengisi dengan " Tinggi Badan = 100 cm + BAP ". hehehe,,,biar gengsi dikit.
               SaudaraKu tersayang yang ada diseluruh penjuru negri ini. Kita para penghuni pojok minta maaf ya, Jika ada tingkah laku kami yang selama 4 tahun bersama kalian ada kesalahan. Jujur ini ya!! Kadang kita enggak tahan ketika di belakang. Walaupun posisi kita ada di yang paling belakang, tapi kita punya pemandangan yang asik hahaha,,,Kata temanKu, My inspiration.
               Tapi ada susahnya juga sie...Kadaang kita sedih kalau ada tukang Foto. Mereka yang di depan selalu saja kena Foto. Tapi, Kita para penghuni pojok belakang, udah tinggi 100 cm + BAP, mau kena foto gimana, lha kita aja paling belakang + pojok lagi. Huuuh,, Nasib,,nasibb,,Hina,, hina..hehehe. Makanya para anggota IBI rajin foto sebelum menjalankan tugas sebagai penghuni pojok. Itung- itung sebagai obat sebelum tidak kena foto.
               Yang menyedihkan lagi ketika lari pagi, udah paling belakang, langkah kaki kurang lebar, haduhhh,,,,,rasanya menyedihkan banget. Udah kayak gitu kadang- kadang ada bau yang kurang sedaap, dibarengi bunyi seruling pendek, kadang ada yang seruling tersendak. Waduhhh,,,aroma yang sudah biasa setiap pagi. Coba bayangkan baunya,!!! BUMBU = Makan malam jam 7 sama telur, Habis itu jajan omlet di kantin ( Telur ) kalau gak gitu ya beli bakso telur, kemudian di tambah jumping jack. Nahhh,,,ketika paginya kamu bangun tidur, kemudian langsung lari pagi. saat itu pula kamu didepan mengeluarkan aroma terapi rasa telur. Aroma yang khas bangetttt,,,,,,yang sampai sekarang masih terasa.hehe
               Banyak sie cerita suka duka sebagai penghuni pojok kiri belakang. Tapi cerita berikutnya buat nanti deh,,kalau kita bisa kumpul bareng lengkap. Tapi seandainya nanti ada baris berbaris, Bagaimana kalau dibalik, yang 100cm + BAP di depan??? hehehe..
              Itulah sedikit cerita, sebagai obat kangenku kepada kalian, maaf kalo ada kata yang tidak sopan dan menyinggung perasaan.
              Sekian ya,,cerita tentang Para Penghuni Pojok Kiri Belakang. Semoga saudaraku semua sukses tanpa batas. Ingat juga!!! jangan lupa ibadahnya, kerja yang baik, pantang menyerah, selalu ingat sama saudara kita yang ada di semua bidang kehutanan, jangan senang ketika teman kita susah, saling komunikasi yang terpenting, hilangkan idndividualisme, jangan membentuk sebuah kelompok-kelompok, Cetak sebuah prestasi yang terbaik, untuk dirimu dan juga jiwa korsa yang ada dihatimu demi kita Elang Jawa.
           
Add caption